3. Nepenthes gracilis (Si Kecil Cabe Rawit)
Jenis ini mungkin terlihat sederhana dan kecil, namun populasinya sangat melimpah.
Nepenthes gracilis sering ditemukan merambat di semak-semak pinggir jalan area pinggiran Pontianak.
Bentuknya ramping memanjang dengan warna yang bervariasi dari hijau polos hingga merah kecokelatan. Keunikan spesies ini terletak pada mekanisme jebakannya.
Ia memanfaatkan tetesan air hujan yang mengenai tutup kantongnya untuk “memukul” atau menjentikkan serangga yang sedang berteduh di bawah tutup agar jatuh tergelincir ke dalam cairan pencernaan.
4. Nepenthes bicalcarata (Si Taring Vampir)
Ini adalah “raja” hutan rawa gambut Kalimantan dan merupakan spesies endemik Borneo.
Nepenthes bicalcarata sangat istimewa karena memiliki dua duri tajam di bawah tutup kantongnya yang menyerupai taring ular atau vampir.
Selain taringnya, tanaman ini dikenal memiliki hubungan mutualisme dengan semut jenis Camponotus schmitzi.
Semut-semut ini tinggal di dalam rongga batang tanaman dan membantu membersihkan mulut kantong agar tetap licin, serta melindunginya dari hama pengganggu.
Menemukan tanaman ini di habitat aslinya adalah pengalaman yang luar biasa bagi para pecinta botani.
Meskipun beberapa jenis di atas masih bisa ditemukan di sekitar kita, populasinya terus terancam akibat alih fungsi lahan gambut dan kebakaran hutan.
Jika Anda menemukannya di alam liar, nikmatilah keindahannya dengan memotretnya, tanpa perlu mencabut atau memindahkannya ke rumah, agar anak cucu kita kelak masih bisa melihat “harta karun” khatulistiwa ini.
Baca Juga: 2 Tempat Wisata Sintang Paling Hits untuk Liburan Akhir Tahun
(Mira)











