Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Ukraina Menggunakan S-300

Sistem pertahanan udara S-300 meluncurkan rudal ke udara untuk menghalau target musuh. (Dok. Ist)
Sistem pertahanan udara S-300 meluncurkan rudal ke udara untuk menghalau target musuh. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MOSKOWPasukan Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-16 milik Ukraina menggunakan sistem pertahanan udara S-300 di dekat wilayah yang diperebutkan.

Baca Juga: Misi Pertama 2026, F-35 Norwegia Cegat “Beruang” Rusia di Langit Kutub Utara

Laporan tersebut disampaikan oleh media Rusia, RT, pada Senin (12/01/2026).

Seorang komandan Rusia yang diidentifikasi dengan nama panggilan “Sever” mengatakan kepada media lokal bahwa pesawat tempur pasokan Amerika Serikat (AS) tersebut berhasil dicegat setelah unitnya menembakkan dua rudal secara berurutan.

Rudal pertama menghantam dan merusak pesawat, sementara rudal kedua menghancurkannya.

Sever menggambarkan F-16 tersebut sebagai “target paling menarik” yang pernah dihadapi baterai pertahanannya, meskipun ia tidak merinci kapan tepatnya insiden itu terjadi.

Menurut Sever, operasi tersebut dilakukan setelah pelacakan dan persiapan yang berkepanjangan.

Ia menyebut bahwa pasukan Ukraina selama ini menggambarkan pesawat tersebut sebagai kendaraan yang tak terkalahkan, namun pencegatan ini membuktikan sebaliknya.

Baca Juga: Dapat Laporan Langsung dari Putin, Trump Murka Rumah Presiden Rusia Diserang Drone Ukraina

Sang komandan lebih lanjut mengklaim bahwa sejak akhir Desember 2024, unit pertahanan udara Rusia yang dilengkapi dengan sistem S-300 telah menembak jatuh beberapa target udara, termasuk pesawat yang dipasok NATO yang beroperasi di atas Ukraina.

Sebagai informasi, Ukraina mulai menerima jet tempur F-16 pada Agustus 2024 dan telah mengakui kehilangan empat di antaranya dalam pertempuran.

Laporan media menyebutkan bahwa Kyiv sejauh ini telah menerima pengiriman 44 dari 87 pesawat yang dijanjikan oleh sekutu Eropa.

Sejak konflik bermula pada tahun 2022, kedua belah pihak melaporkan kerugian yang signifikan.

Rusia telah mengonfirmasi kehilangan jet tempur, helikopter serang Ka-52, dan berbagai aset penyelamatan serta pengintaian.

Sementara itu, Ukraina telah kehilangan puluhan pesawat serta ratusan tank dan kendaraan lapis baja, termasuk APC dan IFV, selama pertempuran berlangsung.

(ra)