Laporan BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Lombok Timur, Serang, hingga Sepaku

Banjir merendam Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (11/1) sumber foto BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara.
Banjir merendam Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (11/1) sumber foto BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 11 hingga 12 Januari 2026.

Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops), fenomena bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi laporan kejadian di awal tahun ini.

Baca Juga: BNPB Rilis Update Penanganan Bencana: Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Sejumlah Wilayah

Tiga wilayah yang tercatat mengalami dampak signifikan meliputi Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Cuaca Ekstrem di Lombok Timur

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), cuaca ekstrem melanda Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur pada Minggu (11/1).

Hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan dampak langsung bagi warga.

Berdasarkan data yang diterima BNPB, tercatat sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan tiga warga mengalami luka ringan.

Penanganan di lapangan melibatkan BPBD, TNI/Polri, dan unsur masyarakat di bawah status Siaga Darurat yang berlaku hingga 31 Maret 2026.

Banjir Akibat Tanggul Jebol di Serang

Sementara itu di Provinsi Banten, banjir menerjang Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Kejadian ini dipicu oleh hujan deras, tersumbatnya drainase, serta jebolnya irigasi Sungai Cisereh.

Data BNPB mencatat dampak yang cukup luas, yakni 60 KK, 34 unit rumah, satu kantor desa, serta lima unit ruko terendam. BPBD Kabupaten Serang telah melakukan asesmen kebutuhan di lokasi.