Faktakalbar.id, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Gabon.
Langkah ini diambil demi memperjuangkan penyelamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden WNI diculik bajak laut di perairan Gabon.
Baca Juga: WNI Tewas Ditembak di Perairan Malaysia, Berikut Penjelasan Kemenlu RI
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 yang terjadi pada Minggu (11/1) waktu setempat.
“Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” kata Heni Hamidah dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
Kronologi dan Kondisi Awak Kapal
Insiden pembajakan tersebut menargetkan kapal IB FISH 7 yang membawa 12 awak kapal. Para pelaku membawa lari 9 orang awak, sementara 3 lainnya berhasil lolos dari penculikan.
Dari data yang dihimpun, terdapat total 4 WNI diculik bajak laut dalam peristiwa tersebut, sedangkan 2 WNI lainnya termasuk dalam kelompok yang selamat.
Para awak kapal yang selamat bertahan di atas kapal hingga akhirnya diselamatkan oleh otoritas setempat dan dikawal menuju Libreville, ibu kota Gabon. Heni memastikan kondisi WNI yang selamat saat ini aman.
“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” tambah Heni.
Selain fokus pada operasi penyelamatan fisik, KBRI Yaounde juga terus berkoordinasi untuk memastikan perusahaan kapal memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan para ABK, baik yang menjadi korban penculikan maupun yang selamat, serta hak bagi keluarga mereka.
Baca Juga: Kasus Penembakan Diplomat di Peru, DPR Minta Kemenlu Tingkatkan Sistem Keamanan Luar Negeri
















