Ekspor Ikan Bawal Kalbar ke Malaysia Tembus 2,25 Ton di Awal 2026

Petugas Karantina Kalimantan Barat menunjukkan kualitas ikan bawal segar di atas nampan hijau sebelum diekspor ke Malaysia melalui PLBN Entikong. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Petugas Karantina Kalimantan Barat menunjukkan kualitas ikan bawal segar di atas nampan hijau sebelum diekspor ke Malaysia melalui PLBN Entikong. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Kami memastikan ikan bawal yang diekspor memenuhi seluruh persyaratan kesehatan ikan dan standar negara tujuan. Ini adalah bentuk komitmen Karantina Kalbar dalam menjaga kualitas, keamanan, dan kepercayaan pasar internasional,” tegas Swiet Sinay.

Tingginya konsumsi ikan bawal di Malaysia dipengaruhi oleh faktor budaya dan preferensi kuliner, di mana daging ikan ini dikenal tebal dan lembut.

Baca Juga: Karantina Kalbar Gagalkan Masuknya Bibit Tanaman Ilegal di PLBN Entikong

Selain itu, letak geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia memberikan keuntungan logistik.

Distribusi yang cepat memungkinkan kesegaran ikan tetap terjaga saat tiba di tangan konsumen, sekaligus menekan biaya pengiriman.

Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong optimistis volume ekspor ikan bawal akan terus meningkat sepanjang tahun 2026.

Hal ini sejalan dengan peran karantina sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati sekaligus akselerator ekonomi daerah di wilayah perbatasan.

(ra)