Ekspor Ikan Bawal Kalbar ke Malaysia Tembus 2,25 Ton di Awal 2026

Petugas Karantina Kalimantan Barat menunjukkan kualitas ikan bawal segar di atas nampan hijau sebelum diekspor ke Malaysia melalui PLBN Entikong. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Petugas Karantina Kalimantan Barat menunjukkan kualitas ikan bawal segar di atas nampan hijau sebelum diekspor ke Malaysia melalui PLBN Entikong. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Arus ekspor komoditas perikanan dari Kalimantan Barat (Kalbar) terus menunjukkan tren positif di pasar internasional.

Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong kembali memfasilitasi pengiriman 2,25 ton ikan bawal ke Malaysia pada Selasa (13/01/2026).

Baca Juga: Jaga Kedaulatan Hayati, Karantina Entikong Musnahkan 1,5 Ton Daging dan Ratusan Tanaman Ilegal Sepanjang 2025

Nilai ekonomi dari ekspor kali ini tercatat mencapai Rp74.250.000. Pengiriman ini semakin mempertegas posisi ikan bawal sebagai salah satu komoditas unggulan perbatasan yang sangat diminati oleh pasar negeri jiran.

Kegiatan ini bukan kali pertama terjadi pada awal tahun 2026.

Sebelumnya, sepanjang Januari ini, Karantina Satpel PLBN Entikong juga telah mencatat ekspor ikan bawal sebanyak 5,25 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp173.745.000.

Akumulasi angka ekspor ini menjadi indikator kuatnya permintaan yang berkelanjutan serta sinyal positif bagi pertumbuhan sektor perikanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Penanggung Jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menjelaskan bahwa tingginya lalu lintas ekspor ini tetap diimbangi dengan standar keamanan pangan yang ketat.

Pihaknya menjamin seluruh komoditas yang melintas telah lolos uji kelayakan.

“Kami memastikan ikan bawal yang diekspor memenuhi seluruh persyaratan kesehatan ikan dan standar negara tujuan. Ini adalah bentuk komitmen Karantina Kalbar dalam menjaga kualitas, keamanan, dan kepercayaan pasar internasional,” tegas Swiet Sinay.

Tingginya konsumsi ikan bawal di Malaysia dipengaruhi oleh faktor budaya dan preferensi kuliner, di mana daging ikan ini dikenal tebal dan lembut.

Baca Juga: Karantina Kalbar Gagalkan Masuknya Bibit Tanaman Ilegal di PLBN Entikong

Selain itu, letak geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia memberikan keuntungan logistik.

Distribusi yang cepat memungkinkan kesegaran ikan tetap terjaga saat tiba di tangan konsumen, sekaligus menekan biaya pengiriman.

Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong optimistis volume ekspor ikan bawal akan terus meningkat sepanjang tahun 2026.

Hal ini sejalan dengan peran karantina sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati sekaligus akselerator ekonomi daerah di wilayah perbatasan.

(ra)