Faktakalbar.id, LIFESTYLE — Alpukat seringkali berada di posisi yang membingungkan bagi mereka yang sedang menjaga berat badan.
Di satu sisi, buah ini dipuja sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang melimpah. Namun di sisi lain, banyak orang takut menyentuhnya karena label “tinggi lemak” yang melekat padanya.
Pertanyaan besarnya adalah: Apakah benar mengonsumsi alpukat otomatis membuat berat badan naik dan merusak diet? Jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Semuanya bergantung pada cara dan jumlah yang Anda konsumsi.
Mari kita bedah faktanya.
Baca Juga: Pisang atau Alpukat untuk Sarapan? Mana yang Lebih Baik, Simak Perbedaan Nutrisi dan Kegunaannya
Fakta: Alpukat Memang Tinggi Kalori
Harus diakui, dibandingkan buah-buahan lain seperti apel atau semangka, alpukat memiliki kepadatan kalori yang jauh lebih tinggi.
Satu buah alpukat ukuran sedang bisa mengandung sekitar 250 hingga 320 kalori dan sekitar 20-30 gram lemak.
Secara logika matematika dasar, jika Anda memakan 3-4 buah alpukat sehari di atas porsi makan normal Anda, maka ya, berat badan Anda akan naik.
Ini terjadi karena Anda menciptakan surplus kalori (kalori masuk lebih banyak dari yang dibakar).
















