“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kebersamaan dan toleransi. Ini penting demi mewujudkan Kayong Utara yang aman dan kondusif,” ujar Bupati Romi.
Selain itu, Bupati juga memohon doa restu kepada para jemaah agar persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang rencananya akan digelar pada Agustus 2026 mendatang dapat berjalan lancar dan daerah senantiasa dijauhkan dari marabahaya.
Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Sabu hingga Miras, Empat Satpam di Kayong Utara Terima Penghargaan Khusus
Tiga Poin Penting Tausiyah
Puncak acara diisi dengan penyampaian tausiyah oleh KH. Mushaffan Makmun. Dalam ceramahnya, ia mengulas tentang mukjizat agung perjalanan Nabi Muhammad SAW saat menerima perintah salat lima waktu.
Tidak hanya membahas aspek ibadah, KH. Mushaffan juga menekankan nilai-nilai kebangsaan dan sosial.
Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada jemaah. Pertama, pentingnya ketulusan pelayanan bagi para aparatur dan tenaga kesehatan dalam bekerja.
Kedua, peran vital ulama dan habaib dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Ketiga, meneladani kesabaran dan tawakal Nabi dalam menghadapi ujian.
Hingga acara berakhir pada pukul 22.00 WIB, situasi di sekitar Masjid Agung Oesman Al Khair terpantau aman dan tertib.
Personel kepolisian melakukan pengamanan secara humanis untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
(*Red)
















