“Dinas PUPR Provinsi Aceh menargetkan keterhubungan jalur (functional connectivity) dapat dicapai dalam waktu sekitar satu pekan ke depan melalui optimalisasi pengerahan alat berat serta personel lapangan yang bekerja secara intensif setiap hari.”
Strategi percepatan dilakukan dengan metode kerja paralel. Pembukaan jalur tidak hanya dilakukan dari arah Kabupaten Aceh Timur, tetapi juga dari sisi Kabupaten Gayo Lues.
Kedua tim teknis dijadwalkan bertemu di titik temu (meeting point) pekerjaan pada kilometer 110.
Sebagai informasi, jalur Aceh Timur-Gayo Lues ini sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Tantangan kembali muncul ketika banjir bandang susulan menerjang wilayah Gampong Lokop di kilometer 83 pada Senin (5/1).
Peristiwa tersebut sempat memutus kembali akses darurat yang telah dibangun, sehingga mengganggu distribusi logistik. Namun, penanganan cepat berhasil memulihkan kondisi jalan dalam waktu lima hari.
Baca Juga: BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Tiga Provinsi Sumatra
Pada Sabtu (10/1), petugas telah melakukan uji fungsi (functional test) terhadap jalur darurat yang baru diperbaiki. Hasilnya, akses tersebut dinyatakan layak fungsi untuk sementara.
“Berdasarkan hasil uji fungsi, jalur dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis DT-Hercules.”
Meski saat ini masih bersifat darurat, terbukanya akses di Gampong Lokop sangat vital untuk mendukung mobilitas penduduk dan transisi menuju pemulihan.
Ke depannya, jalur nasional ini direncanakan akan dibangun secara permanen dengan prinsip Build Back Better agar lebih tahan terhadap potensi bencana.
(*Red)
















