“Helm pilot (KAAN),” ujar Brigjen Rico Ricardo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (11/01/2026).
Baca Juga: Sinyal ‘Rujuk’ Menguat, AS Sebut Turki Bisa Kembali ke Program F-35 dalam 6 Bulan
Selama berada di Aselsan, Menhan Sjafrie melihat langsung berbagai produk pertahanan unggulan, mulai dari sistem anti-drone, sistem pertahanan udara (hanud), radar, torpedo, hingga mock up jet tempur KAAN.
Terkait jet tempur KAAN, beredar informasi mengenai kontrak strategis antara Indonesia dan Turki.
Dikutip dari akun pengamat militer @avionot, kontrak pembelian 48 unit jet KAAN dikabarkan sudah mencakup kesepakatan mengenai mesin.
Hal ini untuk mengantisipasi ketergantungan pada persetujuan pihak ketiga.
Dalam lawatannya ke Ankara, Menhan Sjafrie didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, Kabaloghan Kemhan Marsdya Yusuf Jauhari, serta Dirjen Strahan Kemhan Mayjen Agus Widodo.
Selain meninjau industri pertahanan, agenda utama Menhan Sjafrie bersama Menteri Luar Negeri Sugiono di Turki adalah melakukan pertemuan perdana formula 2+2 dengan Menhan Turki Yasar Guler dan Menlu Turki Hakan Fidan guna memperkuat kerja sama pertahanan dan diplomatik kedua negara.
(ra)
















