Kapolsek Bedua Ikut Gotong Jenazah di Tengah Banjir

Banjir di Beduai Sanggau lumpuhkan jalan poros. Polisi dan warga terpaksa gotong peti jenazah terobos air setinggi 1,5 meter. 300 KK terdampak.
Banjir di Beduai Sanggau lumpuhkan jalan poros. Polisi dan warga terpaksa gotong peti jenazah terobos air setinggi 1,5 meter. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, menghambat aktivitas warga, termasuk proses evakuasi jenazah.

Jenazah terpaksa dievakuasi dengan cara digotong melewati genangan air setinggi sekitar 1,5 meter, Minggu, (11/1/2026).

Baca Juga: Lewati 3 Titik Banjir, Polisi dan Warga Panggul Peti Jenazah Tujuan Kayan di Tengah Arus Deras

Situasi darurat ini memaksa warga dan aparat setempat mengambil tindakan nekat. Jenazah seorang warga terpaksa dievakuasi dengan cara digotong secara manual melewati genangan air yang mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter.

Proses pemindahan jenazah tersebut berlangsung dramatis di tengah kepungan air. Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, terlihat turun langsung ke lapangan.

Bersama warga, ia memanggul peti jenazah menembus arus banjir yang telah menutup total badan jalan poros.

Langkah ini diambil karena mobil jenazah maupun kendaraan lainnya tidak mungkin melintas tanpa risiko mogok atau hanyut terbawa arus.

AKP Heri Triyana menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur di wilayah hukumnya lumpuh akibat luapan air. Sedikitnya terdapat dua titik di jalan poros Beduai yang terendam cukup dalam.

“Kami mengimbau masyarakat yang hendak melintas di jalan poros Beduai agar menunda perjalanan. Akses jalan sudah tidak dapat dilalui kendaraan,” kata AKP Heri di lokasi kejadian.

Terputusnya akses ini tidak hanya menghambat mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga melumpuhkan layanan darurat seperti ambulans dan distribusi logistik.

Baca Juga: Menerobos Banjir 1,5 Meter, Evakuasi Jenazah di Entikong Berlangsung Dramatis

Selain memutus akses transportasi, banjir di Beduai juga merendam area permukiman yang cukup luas. Berdasarkan data sementara yang dihimpun kepolisian, ratusan rumah warga tergenang air dengan kedalaman yang bervariasi.

“Ketinggian air berkisar antara 1,5 meter hingga 2 meter di sejumlah titik,” ujarnya.

Hingga Minggu siang, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Data mencatat sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Beduai terdampak langsung oleh musibah ini.

Menyikapi kondisi debit air yang tinggi, AKP Heri memberikan peringatan keras kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.

“Kami juga mengimbau para orang tua untuk melarang anak-anak bermain di area banjir, baik di sekitar rumah maupun di jalan, karena berisiko membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Saat ini, aparat kepolisian bersama warga masih terus bersiaga di lokasi untuk membantu proses evakuasi lanjutan serta melakukan pengamanan di wilayah-wilayah yang ditinggalkan penghuninya.

(Putri)