“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan perumahan MBR melalui tata kelola perizinan yang responsif dan koordinasi lintas perangkat daerah yang efektif,” kata Baharudin.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengungkapkan bahwa wilayahnya mendominasi pembangunan rumah murah di Kalimantan Barat dan menjadi pusat realisasi program tersebut.
“Sekitar 65 persen dari total realisasi KPR FLPP Kalimantan Barat berasal dari Kabupaten Kubu Raya. Hal ini menunjukkan bahwa Kubu Raya memiliki kontribusi dominan dalam mendukung percepatan pembangunan perumahan MBR di Kalimantan Barat,” jelas Sukiryanto.
Dorong Kabupaten Lain Tiru Kubu Raya
Baharudin menilai kualitas tata kelola perizinan di Kubu Raya harus menjadi referensi bagi daerah lain.
Kecepatan pelayanan perizinan berdampak langsung pada kelancaran pembangunan rumah subsidi.
“Kami berharap praktik tata kelola perizinan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat, khususnya dalam mempercepat pelayanan perizinan perumahan MBR yang tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menutup penjelasan dengan menekankan bahwa sinergi antara OJK, perbankan, dan pemerintah daerah merupakan fondasi utama agar rumah subsidi tersalurkan secara tepat sasaran.
“Sinergi antara OJK, Himbara, dan pemerintah daerah merupakan fondasi utama agar FLPP tersalurkan secara tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat,” pungkas Baharudin.
(*Sari)
















