Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto melontarkan pernyataan keras terkait aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI).
Dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Kalbar, ia membantah tegas narasi yang menyebut aktivitas ilegal tersebut terjadi karena desakan ekonomi atau urusan perut.
Jenderal bintang dua ini menilai alasan kebutuhan ekonomi hanyalah kebohongan publik semata. Ia meyakini para pelaku justru berasal dari kalangan bermodal besar, mengingat penggunaan alat berat yang masif di lokasi tambang.
Baca Juga: Dituduh Pasok BBM ke Tambang Ilegal, Pemilik Kios di Meliau Bantah Keras: Kami Sudah Lama Tutup
“Bohong kalo soal perut. Orang melakukan penambangan itu adalah orang-orang kaya. Mengirim peralatan semua pakai ekskavator, menggerakkan ekskavator. Jadi saya tidak percaya dengan kata-kata orang,” tegas Irjen Pol Pipit Rismanto.
Pipit menegaskan bahwa keberadaan alat berat di lapangan membuktikan pelakunya bukan warga miskin yang sedang kesusahan. Ia menyebut para pelaku tersebut hanya mengejar keuntungan pribadi dengan cara merusak alam.
















