Penanganan Banjir Halmahera Utara Terkendala Akses yang Terputus, Petugas Gunakan Rakit Tembus Lokasi

Kondisi jalan yang terputus akibat diterjang banjir di Kabupaten Halmahera Utara, menghambat penyaluran bantuan ke lokasi terdampak. (Ilustrasi)
Kondisi jalan yang terputus akibat diterjang banjir di Kabupaten Halmahera Utara, menghambat penyaluran bantuan ke lokasi terdampak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Petugas berupaya menembus akses yang terputus menuju desa-desa terdampak dengan menggunakan rakit, selain itu juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI Polri dan dinas sosial,” ungkap laporan Pusdalops BNPB.

Satu Korban Jiwa dan Ribuan Rumah Rusak

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 22 desa di lima kecamatan ini menelan satu korban jiwa. Selain itu, kerusakan material tercatat sangat masif.

Pusdalops BPBD Kabupaten Halmahera Utara mencatat sebanyak 1.216 unit rumah terendam, 20 rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan. Sebanyak 11 fasilitas umum juga dilaporkan terdampak.

Baca Juga: Banjir Halmahera Barat Tewaskan Dua Warga, Ribuan Jiwa Terpaksa Mengungsi

Hingga kini, sebanyak 71 Kepala Keluarga (KK) atau 282 jiwa di Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan, terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan pasar desa setempat.

BNPB kembali mengingatkan agar pemerintah daerah setempat memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga dan memastikan kesiapan personel di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

“Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak untuk langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana,” imbau BNPB.

(*Red)