Penanganan Banjir Halmahera Utara Terkendala Akses yang Terputus, Petugas Gunakan Rakit Tembus Lokasi

Kondisi jalan yang terputus akibat diterjang banjir di Kabupaten Halmahera Utara, menghambat penyaluran bantuan ke lokasi terdampak. (Ilustrasi)
Kondisi jalan yang terputus akibat diterjang banjir di Kabupaten Halmahera Utara, menghambat penyaluran bantuan ke lokasi terdampak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, HALMAHERA UTARA – Upaya penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, menghadapi tantangan berat.

Bencana yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) pukul 20.00 WIT ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah yang menghambat mobilitas tim gabungan.

Baca Juga: Banjir Halmahera Utara Telan Korban Jiwa, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa petugas di lapangan mengalami kendala akses karena sejumlah jembatan vital terputus.

Infrastruktur yang rusak antara lain jembatan penghubung Desa Posiposi dan Desa Tate, serta jembatan Kali Baru di Desa Doduwo.

Akses Darat dan Laut Lumpuh

Selain jembatan putus, akses darat menuju Kecamatan Loloda Utara juga tertutup total oleh material longsoran di tepian jalan, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Upaya menggunakan jalur alternatif laut pun belum dapat dilakukan secara optimal karena terkendala cuaca buruk.

Meski demikian, petugas terus berupaya menembus isolasi untuk menjangkau warga terdampak.