BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Tiga Provinsi Sumatra

Petugas mempersiapkan bahan semai ke dalam pesawat di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di tiga provinsi terdampak bencana, Kamis (8/1).
Petugas mempersiapkan bahan semai ke dalam pesawat di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di tiga provinsi terdampak bencana, Kamis (8/1). (Dok. BNPB)

Faktakalbar.id, KUALANAMU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pos Pendamping Nasional terus mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Sumatra.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung percepatan penanganan darurat pascabencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Baca Juga: Tinjau Sumbar, BNPB Cek Kualitas Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap bagi Korban Bencana

Pada Kamis (8/1), penyemaian bahan semai dilakukan secara masif di wilayah-wilayah yang terdampak bencana katastrofe.

BNPB mencatat, hingga pukul 16.30 WIB, total sebanyak 25 sorti penerbangan OMC telah dilaksanakan di ketiga provinsi tersebut.

Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk mengondisikan cuaca agar proses perbaikan infrastruktur vital seperti jembatan dan jalan, normalisasi sungai, serta pembangunan hunian sementara dapat berjalan lancar tanpa hambatan hujan deras.

Sebaran Operasi di Tiga Wilayah

Di wilayah Sumatra Utara, dua pesawat jenis fixed-wings yang berbasis di Bandara Kualanamu dikerahkan untuk melakukan penyemaian. Tercatat sebanyak 6 sorti dilakukan dengan total bahan semai mencapai 6.000 kilogram.

Berdasarkan laporan cuaca, hujan intensitas ringan terpantau turun di Tapanuli Utara, Langkat, dan Mandailing Natal. Sementara itu, wilayah Humbang Hasundutan mengalami hujan lebat.

Di Provinsi Aceh, operasi modifikasi cuaca dilakukan sebanyak 9 sorti. Kondisi atmosfer di wilayah ini cukup dinamis karena adanya sirkulasi siklonik dan anomali suhu muka laut positif di perairan barat Aceh.

Hal ini mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang.