Banjir di Sekadau Rendam 11 Desa, 11.583 Jiwa Terdampak dan Akses Jalan Putus

Petugas BPB Kab. Sekadau melakukan pendataan dan pemantauan lokasi terdampak banjir dan longsor, Kamis (8/1). Foto: BPBD Kab. Sekadau.
Petugas BPB Kab. Sekadau melakukan pendataan dan pemantauan lokasi terdampak banjir dan longsor, Kamis (8/1). (Dok: BPBD Kab. Sekadau)

Faktakalbar.id, SEKADAU – Banjir besar menerjang wilayah Kabupaten Sekadau akibat tingginya curah hujan yang mengguyur sejak Kamis (8/1/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, banjir kali ini melanda dua kecamatan utama, yakni Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap. Luapan air merendam permukiman warga yang tersebar di 11 desa di wilayah tersebut.

Baca Juga: Banjir Nanga Taman Belum Surut, Polisi Evakuasi Lansia Sakit ke Puskesmas

Ribuan KK Terdampak

Data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB menunjukkan dampak yang cukup besar terhadap populasi. Tercatat sebanyak 3.545 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 11.583 jiwa terdampak langsung oleh banjir di Sekadau.

Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 2 meter di titik terdampak paling parah.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah infrastruktur vital lumpuh. Beberapa akses jalan dan jembatan dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan karena terendam air yang cukup dalam.

Menyikapi kondisi tersebut, sebagian warga memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman.

Namun, sebagian besar warga lainnya dilaporkan masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menjaga harta benda mereka.

Baca Juga: Banjir Terjang Nanga Taman Sekadau, Warga Khawatir Bencana Besar

Imbauan BNPB

Merespons rentetan kejadian bencana di awal tahun ini, termasuk di Sekadau, BNPB mengeluarkan peringatan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

“Masyarakat diminta menjauhi wilayah rawan dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi kondisi darurat, sementara pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak untuk langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tulis BNPB dalam laporannya.

(*Red)