Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai kejadian bencana alam di Indonesia periode 7 Januari hingga 8 Januari 2026, pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops), fenomena alam yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.
Baca Juga: BNPB Rilis Data Bencana Awal 2026: 11 Tewas di Sitaro, Banjir Kepung Jawa hingga Kalimantan
Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara penanganan pascabencana banjir bandang di Sitaro, Sulawesi Utara, terus dilakukan secara intensif.
Banjir Surut di Sumbawa Barat
Peristiwa pertama tercatat di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, pada Rabu (7/1). Hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 10.00 Wita menyebabkan genangan di Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan sebanyak 15 kepala keluarga atau 60 jiwa terdampak, dengan 15 unit rumah sempat terendam.
“Kondisi terkini, banjir telah surut sepenuhnya. Saat ini, warga terdampak melakukan pembersihan lingkungan dan rumah secara mandiri setelah banjir reda,” tulis laporan BPBD Sumbawa Barat.
Jenazah Hanyut di Dompu
Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Kabupaten Dompu, NTB. Hujan deras disertai petir dan angin kencang pada Rabu sore mengakibatkan banjir di tiga kecamatan, yakni Hu’u, Kilo, dan Pajo. Sebanyak 314 rumah warga dilaporkan terendam.
Di Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, kerusakan infrastruktur tidak terelakkan. Tembok rumah warga jebol dan fasilitas pemakaman umum turut terdampak.
















