Faktakalbar.id, PEKANBARU – Tiga unit jet tempur ringan jenis BAE Hawk 109/209 milik Skadron Udara 12 Black Panther resmi meninggalkan sarangnya di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Ketiga pesawat tempur taktis tersebut diterbangkan untuk bergabung memperkuat armada Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa di Lanud Supadio, Pontianak, Rabu (08/01/2026).
Baca Juga:Â Satu Dekade Mengabdi, Rafale Jadi Kunci Mesir Dobrak Pembatasan Teknologi Militer AS
Prosesi pelepasan keberangkatan pesawat Hawk 100/200 ini ditandai dengan tradisi Water Salute di Lanud Roesmin Nurjadin, sebelum akhirnya lepas landas menuju markas barunya di Kalimantan Barat.
Pesawat Hawk 200 merupakan jet tempur berkursi tunggal (single seat) produksi BAE Systems, Inggris.
Selama ini, pesawat tersebut menjadi andalan di sejumlah pangkalan TNI Angkatan Udara (AU), termasuk di Skadron 12 Pekanbaru.
Dikenal sebagai pesawat tempur taktis multi-peran (multi-role), Hawk 200 tidak hanya tangguh dalam pertempuran udara, tetapi juga memiliki kemampuan menghancurkan pertahanan darat musuh (ground attack).
Baca Juga:Â Lulus Gemilang, Pilot TNI AU Rampungkan Latihan Jet Tempur Rafale di Prancis
Pesawat ini didesain lincah dengan kemampuan manuver tinggi. Kecepatan terbangnya tercatat mampu mencapai Mach 0,88 dan dapat menukik hingga kecepatan Mach 1,15.
Kemampuan ini menjadikan Hawk wahana yang ideal sebagai pesawat latih lanjut bagi para penerbang tempur sebelum mengawaki pesawat supersonik.
Dapur pacunya ditenagai oleh mesin Adour 871 twin-spool low bypass ratio turbofan buatan Rolls-Royce.
Pada sektor avionik, kokpit Hawk 200 telah mengadopsi sistem Hands on Throttle and Stick (HOTAS), yang memudahkan pilot mengendalikan pesawat sekaligus mengoperasikan sistem persenjataan.
Pesawat ini juga dibekali radar canggih jenis APG-66, serupa dengan yang digunakan pada jet tempur F-16. Selain itu, fitur air refuelling probe memungkinkan pesawat ini melakukan pengisian bahan bakar di udara untuk varian tertentu.
Dari sisi persenjataan, Hawk 200 mampu membawa muatan senjata canggih, seperti rudal AGM-65 Maverick untuk serangan darat, rudal anti-kapal Sea Eagle, hingga torpedo.
Meski tidak memiliki senapan mesin internal, pesawat ini dapat dipasangi gun pod eksternal di bagian tengah badan pesawat.
TNI AU diketahui telah mengoperasikan varian Hawk 100/200 sejak periode 1997-1998, dengan varian Hawk 209 menjadi salah satu tulang punggung pertahanan udara nasional hingga saat ini.
(ra)
















