“Di tahun 2025 ada dua puskesmas yang dibangun baru, sementara beberapa puskesmas lainnya dilakukan rehabilitasi. Target kita, puskesmas yang sudah tidak layak akan kita bongkar dan bangun kembali. Seperti di kawasan Tambelan Sampit akan dibangun baru, kemudian Batu Layang akan kita kaji apakah cukup direhab atau dibangun baru, atau dikombinasikan dengan penambahan ruang,” paparnya.
Edi menambahkan, fasilitas fisik yang mumpuni diharapkan dapat memacu semangat kerja para tenaga kesehatan (Nakes) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan.
“Di Puskesmas Parit H Husein II ada tambahan layanan persalinan. Selain itu, suasana kerja yang lebih nyaman tentu akan menambah semangat tenaga kesehatan dan ASN. Gedungnya baru, adem, dingin, nyaman, dan ini juga berdampak pada kenyamanan masyarakat yang datang berobat,” tuturnya.
Upayakan Layanan 24 Jam
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menyampaikan bahwa seluruh puskesmas di Pontianak kini telah memiliki fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Khusus untuk Puskesmas Parit Haji Husin II, layanan telah dilengkapi dengan fasilitas persalinan.
Terkait durasi operasional, Saptiko mengakui belum semua puskesmas bisa melayani 24 jam penuh karena keterbatasan jumlah personel. Namun, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan tersebut.
“Ke depannya akan kita upayakan supaya bisa mengakomodir pelayanan 24 jam di seluruh puskesmas. Sekarang karena terkendala kekurangan tenaga,” paparnya.
Saptiko juga memastikan kesiapan armada ambulans di setiap puskesmas serta melakukan peremajaan unit kendaraan yang sudah tua.
Ia mencatat sepanjang tahun 2024-2025, terdapat lima bangunan puskesmas yang telah diperbaiki fisik dan sistem pelayanannya.
“Kita juga ikut arahan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan dengan standar Integrasi Layanan Primer (ILP),” tutup Saptiko.
(*Red)
















