Pembahasan ini berlangsung dalam forum diskusi multipihak yang dibuka secara resmi oleh Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, di Pusat Edukasi Sanctuary Enggang TWA Baning, Kabupaten Sintang, Senin (5/1/2026).
BKSDA Kalbar menginisiasi kegiatan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.
Baca Juga: Jalan Purnama Sintang Ambruk Sejak September, Warga Kecewa Tak Kunjung Ada Perbaikan
Forum ini bertujuan menyatukan pandangan dalam pengelolaan kawasan TWA Baning yang terletak di jantung Kota Sintang.
Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala menyoroti nilai penting keberadaan TWA Baning. Ia menyebut kawasan ini memegang peran strategis tidak hanya sebagai area konservasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, destinasi wisata alam, dan paru-paru kota yang vital.
Oleh karena itu, Bupati menekankan perlunya pengelolaan secara kolaboratif dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.
Selain membahas arah pengembangan wisata alam, diskusi ini juga membedah kajian awal hidrologi gambut.
Baca Juga: Kebakaran SPBU di Sintang Ungkap Dugaan Praktik Ilegal Pengisian BBM ke Jeriken
Para peserta menempatkan isu hidrologi sebagai aspek krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan fungsi lingkungan di kawasan TWA Baning.
Melalui diskusi ini, pemerintah menargetkan terbangunnya sinergi multipihak yang solid. Sinergi ini diperlukan untuk mendukung pengelolaan TWA Baning secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengesampingkan fungsi konservasi.
(*Sari)
















