Faktakalbar.id, KAPUAS HULU – Arus lalu lintas di jalur Lintas Selatan yang menghubungkan Putussibau menuju Pontianak dan sesbaliknya mengalami kelumpuhan total pada Senin (5/1/2026).
Kemacetan panjang tidak terhindarkan akibat sebuah kendaraan truk bermuatan berat terperosok di Jembatan Sulang, wilayah Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu.
Baca Juga: Jembatan Sulang Jebol, Akses Putussibau–Pontianak Lumpuh Total
Hingga berita ini diturunkan, truk tersebut belum berhasil dievakuasi dari badan jembatan. Posisi kendaraan yang terjebak di tengah jembatan menutup akses jalan nasional tersebut, sehingga kendaraan lain dari kedua arah tidak dapat melintas.
Respons Cepat Pemerintah Daerah
Insiden ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyoroti kondisi fisik Jembatan Sulang yang memang mengalami kerusakan cukup parah.
Saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kapuas Hulu, ia menegaskan bahwa persoalan kerusakan infrastruktur yang dibangun pemerintah pusat ini sebenarnya sudah dilaporkan ke kementerian terkait.
“Mudah-mudahan kondisi jembatan sulang tersebut segera teratasi dengan baik, sehingga tidak terjadi kemacetan yang panjang disana,” ujar Fransiskus Diaan, Senin (5/1).
Bupati menjelaskan bahwa jalur Lintas Selatan merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan logistik. Gangguan pada titik ini akan berdampak besar pada perekonomian dan aktivitas masyarakat secara luas.
“Dijelaskan Bupati, ruas jalan di wilayah Lintas Selatan merupakan jalur urat nadi lalu lintas masyarakat Kapuas Hulu menuju ke Pontianak. Jadi apabila terjadi kemacetan, maka mempengaruhi semuanya,” ucapnya.
Koordinasi dengan Kementerian PUPR
Terkait penanganan jangka panjang, Fransiskus Diaan memastikan pihaknya tidak tinggal diam.
Ia menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai kondisi kritis jembatan tersebut sebelum insiden ini terjadi.
Pemerintah daerah berharap perbaikan dapat segera direalisasikan mengingat status jalan tersebut adalah jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pusat.
“Kemarin sudah mendapatkan respon dari kementerian, dan mudah-mudahan mempercepat pembangunan atau ditangani,” ungkapnya.
Saat ini, pengguna jalan diimbau untuk bersabar atau mencari informasi mengenai jalur alternatif yang aman selagi proses evakuasi truk dan penanganan darurat jembatan dilakukan oleh pihak berwenang.
(*Red)
















