FIFA Larang Iklan Kecilkan Layar Pertandingan di Piala Dunia 2026

ilustrasi-menonton-pertandingan-sepak-bola-piala-dunia-2026-di-televisi
FIFA resmi larang iklan kecilkan layar pertandingan di Piala Dunia 2026. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, BOLA – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengeluarkan kebijakan tegas terkait mekanisme penyiaran untuk gelaran Piala Dunia 2026.

FIFA secara resmi melarang praktik mengecilkan layar pertandingan demi menampilkan iklan komersial saat laga sedang berlangsung.

Baca Juga: Wakili Tiga Negara Tuan Rumah, FIFA Resmi Luncurkan Trio Maskot Piala Dunia 2026

Kebijakan baru ini dipastikan akan mengubah pengalaman menonton sepak bola menjadi lebih nyaman. Aturan ini telah mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak TVRI selaku pemegang hak siar resmi di Indonesia.

Langkah ini diambil untuk menjawab keluhan penonton yang kerap merasa terganggu dengan tampilan iklan yang memotong visual pertandingan.

Pihak TVRI membenarkan bahwa larangan tersebut bersifat mutlak dan mengikat bagi seluruh pemegang hak siar (broadcaster) di seluruh dunia.

Stasiun televisi tidak diperkenankan mengubah ukuran layar atau menggunakan format picture-in-picture (layar ganda) untuk iklan saat bola sedang bergulir.

“Larangan tersebut merupakan bagian dari regulasi resmi FIFA untuk Piala Dunia 2026. Stasiun televisi pemegang hak siar tidak diperbolehkan menampilkan iklan dengan cara mengecilkan layar pertandingan, termasuk dalam format picture-in-picture saat laga berlangsung,” demikian konfirmasi dari pihak TVRI.

Dengan adanya aturan ini, seluruh broadcaster wajib menayangkan pertandingan dalam format layar penuh (full screen) tanpa adanya distraksi visual komersial yang menghalangi pandangan penonton.

Keputusan FIFA ini didasari oleh evaluasi terhadap penyelenggaraan turnamen-turnamen sebelumnya.

Praktik iklan yang mengecilkan layar sering kali membuat penonton kehilangan momen krusial, seperti proses terjadinya gol, pelanggaran, hingga skema serangan penting.

FIFA menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan produk hiburan global yang harus memiliki standar kualitas tinggi.

“Fokus penonton harus tetap sepenuhnya pada pertandingan, tanpa gangguan visual apa pun. Kami ingin menjaga integritas pertandingan, kenyamanan penonton, dan kualitas siaran global yang seragam,” bunyi poin alasan kebijakan FIFA tersebut.

Penerapan aturan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi industri penyiaran yang selama ini mengandalkan iklan saat pertandingan sebagai sumber pendapatan utama.

Stasiun televisi dituntut untuk memutar otak dan mengatur ulang strategi penayangan iklan komersial mereka.

Baca Juga: Respons Protes Global, FIFA Akhirnya Pangkas Harga Tiket Piala Dunia 2026 Khusus Fans Setia

Karena tidak boleh memotong siaran langsung permainan, broadcaster kemungkinan besar akan mengoptimalkan slot iklan pada waktu-waktu lain.

Beberapa opsi strategi yang dapat diterapkan meliputi penempatan iklan secara padat sebelum tendangan mula (kick-off), saat jeda istirahat babak pertama, serta pada sesi pasca-pertandingan.

Selain itu, optimalisasi sponsor melalui grafis digital yang tidak mengganggu di luar momen permainan aktif juga menjadi alternatif yang dapat diambil.

(*Red)