Bukan Sekadar Pengganti Nasi! Ini 7 Manfaat Jagung untuk Mata Sehat hingga Cegah Kanker

"Sering dikira bikin gemuk karena manis, jagung justru kaya serat dan antioksidan. Simak 7 manfaat jagung, dari menyehatkan mata, pencernaan, hingga aman untuk diabetes."
Sering dikira bikin gemuk karena manis, jagung justru kaya serat dan antioksidan. Simak 7 manfaat jagung, dari menyehatkan mata, pencernaan, hingga aman untuk diabetes. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Jagung adalah salah satu komoditas pangan yang sangat mudah ditemukan di Indonesia.

Mulai dari jagung bakar di tempat wisata, perkedel jagung di warteg, hingga brondong jagung (popcorn) di bioskop.

Rasanya yang manis dan gurih membuat panganan berwarna kuning cerah ini disukai semua kalangan.

Namun, seringkali jagung hanya dianggap sebagai sumber karbohidrat semata atau bahkan ditakuti oleh mereka yang sedang diet karena rasanya yang manis.

Baca Juga: Si Manis Pereda Stres: 5 Manfaat Ajaib Buah Kelengkeng yang Jarang Diketahui

Padahal, jagung (Zea mays) adalah salah satu biji-bijian utuh (whole grain) yang menyimpan segudang nutrisi penting yang tidak dimiliki oleh nasi putih.

Apa saja khasiat tersembunyi dari tanaman ini? Berikut adalah 7 manfaat jagung bagi kesehatan tubuh Anda.

1. Penjaga Kesehatan Mata Terbaik

Warna kuning pada biji jagung bukan tanpa alasan.

Warna tersebut berasal dari kandungan Lutein dan Zeaxanthin, dua jenis antioksidan karotenoid yang sangat vital bagi mata.

Mengonsumsi jagung secara rutin dapat melindungi mata dari kerusakan akibat sinar biru (blue light) gawai, serta mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula di usia tua.

2. Melancarkan Pencernaan

Bagi Anda yang sering mengalami sembelit atau wasir, jagung bisa menjadi solusi alami.

Jagung kaya akan serat tidak larut yang berfungsi memadatkan feses dan memperlancar pergerakannya di usus.

Serat ini juga bertindak sebagai prebiotik, makanan bagi bakteri baik di dalam perut.

3. Aman untuk Penderita Diabetes (Pengganti Nasi)

Meskipun rasanya manis, jagung memiliki Indeks Glikemik (IG) yang lebih rendah dibandingkan nasi putih.

Artinya, karbohidrat dalam jagung dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.