Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Suasana markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York memanas pada Senin (5/1/2026). Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar rapat darurat guna membahas langkah Amerika Serikat (AS) yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Pertemuan ini memicu perdebatan sengit antara kubu Washington dengan sekutu Venezuela, yakni Rusia dan China.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, membuka diskusi dengan sorotan tajam terhadap legalitas operasi militer AS.
Baca Juga: Serangan Presisi F-35B AS Ratakan Jet Tempur dan Sistem Rudal Venezuela
Guterres menyatakan kekhawatirannya bahwa tindakan sepihak tersebut dapat memicu ketidakstabilan besar di kawasan Amerika Latin. Ia juga menekankan pentingnya setiap negara anggota menghormati Piagam PBB terkait integritas teritorial.
Menanggapi sorotan tersebut, Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, membantah tuduhan bahwa pihaknya melakukan aksi pendudukan atau perang.
Ia menegaskan bahwa penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, murni sebagai operasi penegakan hukum bedah untuk meringkus buronan narkoterorisme.
















