Baca Juga: Percepat Pemulihan Pasca Banjir, BNPB Targetkan Dokumen R3P Sumbar Rampung Januari 2026
Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat pembersihan sisa material longsor dan perbaikan fasilitas.
Hingga saat ini, berbagai dukungan logistik telah disalurkan, antara lain:
-
15.500 paket perlengkapan sekolah (school kit).
-
78 unit tenda darurat untuk ruang kelas.
-
100 unit ruang kelas darurat.
-
90.000 buku pelajaran.
-
Dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,3 miliar.
Selain fisik, Kemendikdasmen juga memberikan perhatian pada kesejahteraan pengajar. Tunjangan khusus disalurkan bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah terdampak banjir, dengan rincian Rp758 juta untuk jenjang PAUD, Rp8,2 miliar untuk pendidikan dasar, dan Rp6,7 miliar untuk pendidikan menengah.
Penerapan Kurikulum Bertahap
Dalam aspek pembelajaran, pemerintah menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana yang dibagi menjadi tiga fase:
-
Fase Tanggap Darurat (0–3 bulan): Fokus pada pembelajaran esensial seperti literasi, numerasi, dukungan psikososial, dan mitigasi bencana.
-
Fase Pemulihan Dini (3–12 bulan): Penerapan kurikulum adaptif berbasis krisis dengan jam belajar yang fleksibel.
-
Fase Pemulihan Lanjutan (1–3 tahun): Integrasi permanen pendidikan kebencanaan dan penguatan kualitas pembelajaran inklusif.
BNPB bersama kementerian terkait berkomitmen memastikan pemulihan sektor pendidikan berjalan lancar agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi dengan aman dan berkualitas.
(*Red)
















