Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG – Aktivitas pendidikan di Provinsi Aceh mulai berjalan kembali pascabencana banjir yang melanda akhir tahun lalu.
Kegiatan belajar mengajar secara bertahap mulai berjalan normal, salah satunya di SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang resmi memulai hari pertama semester genap pada Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Gandeng Akademisi, BNPB Sebar Mahasiswa Unand Validasi Data Kerusakan di 13 Daerah
Meskipun sekolah telah dibuka, kondisi infrastruktur belum sepenuhnya pulih. Sejumlah fasilitas pendidikan masih rusak akibat terjangan air bah, seperti meja dan kursi yang tak layak pakai serta ruang kelas yang kotor.
Kondisi ini memaksa siswa belajar dengan sarana seadanya, bahkan harus menggunakan terpal sebagai alas duduk.
Pemulihan Trauma Siswa
Pada hari pertama masuk sekolah, fokus utama belum pada materi akademik berat, melainkan pemulihan psikososial. Kegiatan diawali dengan sesi berbagi cerita antara siswa dan guru mengenai pengalaman mereka selama masa tanggap darurat.
Suasana kebersamaan terlihat kental saat jam istirahat. Para guru memastikan seluruh siswa dapat menikmati waktu makan bersama.
Tak jarang, mereka berbagi bekal kepada siswa yang tidak membawa makanan akibat kondisi ekonomi keluarga yang masih terdampak bencana.
Hal ini dilakukan untuk membangun kembali semangat anak-anak di tengah keterbatasan fasilitas sekolah terdampak banjir.
Data Kerusakan dan Bantuan Pemerintah
Kondisi di Aceh Tamiang merepresentasikan proses pemulihan pendidikan di seluruh provinsi.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat sebanyak 2.756 satuan pendidikan terdampak bencana di Aceh.
Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah dilaporkan telah kembali beroperasi meskipun sebagian masih dalam tahap pemulihan fisik.
















