Bukan Sekadar Jajanan Pasar: 5 Manfaat “Mahal” Ubi Jalar untuk Diet dan Kecantikan

"Bosan dengan nasi putih? Ganti dengan ubi jalar! Temukan rahasia ubi jalar sebagai superfood lokal yang ampuh turunkan berat badan hingga bikin kulit glowing."
Bosan dengan nasi putih? Ganti dengan ubi jalar! Temukan rahasia ubi jalar sebagai superfood lokal yang ampuh turunkan berat badan hingga bikin kulit glowing. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Di Indonesia, ubi jalar seringkali dipandang sebelah mata.

Ia identik dengan jajanan gorengan pinggir jalan atau makanan ndeso yang harganya murah meriah.

Padahal, di dunia kesehatan global, ubi jalar (terutama yang berwarna oranye dan ungu) diagung-agungkan sebagai salah satu superfood terbaik di bumi.

Mengapa para atlet dan selebritas kebugaran sering memilih ubi jalar daripada nasi putih atau roti?

Jawabannya terletak pada profil nutrisinya yang padat.

Baca Juga: Cara Praktis Menanam Ubi Jalar di Pekarangan Rumah

Ubi jalar adalah paket lengkap karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral.

Jika Anda sedang mencari alasan untuk mulai rutin mengonsumsi ubi jalar, berikut adalah 5 manfaat luar biasa yang akan Anda dapatkan:

1. Karbohidrat “Pintar” untuk Menurunkan Berat Badan

Bagi pejuang diet, musuh terbesar adalah rasa lapar.

Ubi jalar adalah solusinya.

Ubi jalar mengandung serat tinggi yang disebut resistant starch.

Serat ini tidak mudah dipecah oleh tubuh, sehingga ia bertahan lebih lama di perut.

Efeknya? Anda merasa kenyang jauh lebih lama dibandingkan makan nasi putih.

Ini mencegah keinginan ngemil berlebihan di jam-jam rawan, sehingga defisit kalori lebih mudah tercapai.

2. Sahabat Penderita Diabetes (Indeks Glikemik Rendah)

Meskipun rasanya manis, ubi jalar (jika direbus atau dikukus) memiliki Indeks Glikemik (IG) yang jauh lebih rendah daripada nasi putih atau kentang goreng.

Artinya, gula alami dalam ubi jalar diserap secara perlahan oleh aliran darah.

Ini mencegah lonjakan gula darah yang drastis, menjadikannya sumber karbohidrat yang aman dan stabil untuk menjaga energi seharian tanpa risiko sugar crash.

3. Rahasia Kulit Glowing dan Awet Muda

Lupakan krim wajah mahal sejenak, lihatlah ubi jalar oranye.

Warna oranye cerah tersebut menandakan tingginya kandungan Beta-karoten.

Di dalam tubuh, beta-karoten diubah menjadi Vitamin A yang krusial untuk regenerasi sel kulit.

Selain itu, kandungan Vitamin C dan E dalam ubi jalar memicu produksi kolagen yang menjaga kulit tetap kencang, kenyal, dan terlindungi dari kerusakan akibat sinar UV matahari.

4. Booster Imunitas Tubuh

Di musim pancaroba yang membuat orang mudah sakit, ubi jalar bisa menjadi tameng pertahanan.

Satu buah ubi jalar ukuran sedang sudah mampu memenuhi kebutuhan harian Vitamin A Anda.

Vitamin ini penting untuk menjaga kesehatan lapisan usus (tempat di mana sebagian besar sistem imun berada) dan membantu tubuh memproduksi sel darah putih untuk melawan infeksi virus dan bakteri.

5. Melancarkan Pencernaan

Sering merasa begah atau susah buang air besar? Serat dalam ubi jalar bekerja seperti “sapu” alami di dalam usus.

Mengonsumsi ubi jalar beserta kulitnya (yang sudah dicuci bersih) memberikan asupan serat maksimal yang membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan mikrobioma (bakteri baik) dalam perut Anda.

Pencernaan yang sehat adalah kunci dari tubuh yang bugar.

Cara Makan Terbaik: Jangan Digoreng!

Penting untuk dicatat: Cara Anda mengolah ubi jalar menentukan manfaatnya.

  • Hindari: Menggorengnya (seperti ubi goreng tepung) atau menjadikannya keripik manis. Ini justru menambah lemak jahat dan kalori tinggi.
  • Sarankan: Kukus, rebus, atau panggang di dalam oven/air fryer. Cara ini mempertahankan nutrisi dan menjaga indeks glikemiknya tetap rendah.

Ubi jalar adalah bukti bahwa makanan sehat tidak harus mahal atau impor.

Dengan harga yang ramah di kantong, Anda mendapatkan manfaat kesehatan setara superfood internasional.

Jadi, mulai besok pagi, beranikah Anda mengganti piring nasi Anda dengan dua potong ubi jalar hangat? Tubuh Anda akan berterima kasih!

Baca Juga:

(*Mira)