Hujan Deras dan Sungai Meluap, Banjir Kepung Cilegon dan Pandeglang

BPBD Kota Cilegon menerjunkan tim reaksi cepat untuk mengevakuasi warga terdampak banjir di tiga kelurahan di tiga kecamatan di Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1). Sumber foto: BPBD Kota Cilegon
BPBD Kota Cilegon menerjunkan tim reaksi cepat untuk mengevakuasi warga terdampak banjir di tiga kelurahan di tiga kecamatan di Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1). Sumber Foto: BPBD Kota Cilegon

Faktakalbar.id, SERANG – Intensitas hujan yang tinggi memicu bencana banjir di dua wilayah Provinsi Banten, yakni Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan warga terdampak dalam peristiwa yang terjadi pada periode 2-3 Januari 2026 ini.

Baca Juga: Awal 2026, BNPB Laporkan 5 Kejadian Bencana Baru Dominasi Banjir dan Longsor

Di Kota Cilegon, banjir terjadi pada Jumat (2/1) dan merendam tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Cibeber, Sukmajaya, dan Kepuh. Sebanyak 486 KK atau 1.208 jiwa dilaporkan terdampak dengan rumah mereka tergenang air.

Hingga Sabtu (3/1), genangan dilaporkan masih merendam sebagian permukiman warga. BPBD setempat telah melakukan evakuasi dan kaji cepat di lokasi.

Sementara itu, banjir Banten juga melanda Kabupaten Pandeglang pada Sabtu (3/1). Meluapnya sungai akibat hujan deras menyebabkan banjir menyebar ke 14 desa di 6 kecamatan.

Data BNPB menunjukkan dampak yang cukup masif di Pandeglang, dengan 2.001 KK terdampak dan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Baca Juga: Menjelang Pergantian Tahun Desa Umin Jaya Dilanda Banjir, Warga Berbondong Serbu Tukang Sayur Keliling Tempuh 1 km Lewati Genangan Banjir

Tim reaksi cepat BPBD Pandeglang telah dikerahkan untuk melakukan asesmen dan penanganan di titik-titik krusial.

BNPB meminta pemerintah daerah di Banten untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir.

(*Red)