Faktakalbar.id, TECHNOLOGY – Pemerintah Tiongkok melalui regulator sibernya kembali menunjukkan ketegasan dalam mengawasi perkembangan teknologi. Cyberspace Administration of China (CAC) merilis rancangan pedoman baru yang secara spesifik membatasi Artificial Intelligence (AI) berkemampuan meniru kepribadian manusia.
Langkah ini bertujuan melindungi kesehatan mental pengguna dari ketergantungan emosional terhadap mesin.
Fenomena chatbot yang semakin cerdas dalam merespons perasaan pengguna memicu kekhawatiran baru. CAC menilai interaksi intens dengan AI yang meniru emosi manusia dapat menimbulkan risiko psikologis serius.
Oleh karena itu, regulator mewajibkan perusahaan teknologi menerapkan batasan ketat.
Wajib Pasang Fitur Anti-Kecanduan
Dalam rancangan peraturan tersebut, CAC menuntut penyedia layanan AI mengambil peran aktif dalam mencegah kecanduan. Perusahaan pengembang harus merancang sistem yang mampu memantau perilaku pengguna secara real-time.
Jika sistem mendeteksi pengguna menghabiskan waktu terlalu lama atau menunjukkan tanda-tanda ketergantungan, aplikasi wajib memberikan peringatan.
Mekanisme ini bisa berupa jendela pop-up yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat atau bahkan pembatasan akses sementara. Tujuannya agar pengguna tidak tenggelam dalam realitas semu buatan AI.
















