3. Tingkat Kesulitan di Lapangan
Selain jenis mobil, tingkat kesulitan penarikan juga mempengaruhi besaran fee. Jika target penarikan berada di luar kota atau unitnya sudah berpindah tangan ke pihak ketiga yang sulit dilacak, nilai jasanya bisa melambung tinggi.
Negosiasi harga jasa ini biasanya terjadi di awal kesepakatan antara koordinator lapangan dan pihak leasing.
4. Modal Operasional Tanggung Sendiri
Meski angkanya terlihat besar, para “Mata Elang” harus mengeluarkan modal operasional sendiri di awal. Mereka membiayai kebutuhan bensin, makan, hingga biaya pengintaian selama berhari-hari sebelum berhasil menemukan unit target.
Jadi, bayaran besar tersebut sebenarnya sudah termasuk penggantian biaya operasional dan risiko kerja yang mereka tanggung.
5. Risiko Kerja Tinggi
Pekerjaan ini menuntut nyali yang besar karena risiko gesekan fisik di lapangan sangat tinggi. Tidak jarang mereka harus berhadapan dengan kemarahan pemilik kendaraan atau bahkan massa.
Oleh karena itu, besaran bayaran tersebut sebanding dengan risiko keselamatan yang mereka hadapi setiap harinya.
Baca Juga: Mau Tagihan Listrik Aman? Pahami Perbedaan Konsumsi Daya AC Mode Fan vs Cool
Fakta ini membuka mata publik bahwa bisnis penarikan kendaraan kredit macet merupakan industri dengan perputaran uang yang besar.
Bagi perusahaan pembiayaan, mengeluarkan biaya puluhan juta lebih masuk akal daripada kehilangan aset kendaraan yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
(*Sari)
















