Waspada Diabetes, Kenali 9 Tanda Tubuh Kelebihan Gula Berikut Ini

"Apakah diabetes pasti turunan? Artikel lifestyle ini membahas peran genetik vs gaya hidup sebagai penyebab diabetes Tipe 2 dan mana yang lebih menentukan."
Ilustrasi pemeriksaan kadar gula darah. Penting untuk memantau kondisi tubuh secara rutin guna mendeteksi gejala diabetes lebih awal. (Dok. Ist)

5. Luka Sulit Sembuh

NIDDK juga menyoroti lambatnya penyembuhan luka, goresan, atau memar pada orang dengan gula darah tinggi. Kerusakan saraf dan buruknya sirkulasi darah menghambat proses pemulihan jaringan. Dalam kasus serius, luka ringan berpotensi infeksi dan meningkatkan risiko amputasi.

6. Kesemutan pada Kaki dan Tangan

Kondisi ini disebut neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat gula darah yang tidak terkontrol. Gejalanya berupa sensasi kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada kaki dan tangan, terutama saat malam hari.

7. Perubahan Warna Kulit

American Diabetes Association (ADA) mencatat adanya perubahan pigmentasi kulit pada penderita diabetes. Area seperti leher belakang, ketiak, dan wajah dapat menebal dan menghitam. Lori Zanini menyatakan bahwa ini adalah sinyal resistensi insulin dan peringatan adanya tanda tubuh kelebihan gula.

8. Rentan Infeksi Jamur

Hiperglikemia membuat tubuh rentan terhadap infeksi jamur Candida albicans, khususnya di area genital. Gejala pada wanita meliputi gatal, kemerahan, dan keputihan tidak normal.

“Ragi memakan glukosa, dan jika gula darah Anda tinggi, maka lebih banyak glukosa di saluran kemih,” jelas Ahli Endokrinologi di MemorialCare South County Kidney and Endocrine Center, Rail Bandukwala.

9. Masalah Gusi Berdarah

Tingginya kadar glukosa dalam air liur memicu pertumbuhan bakteri di mulut yang membentuk plak. Jika dibiarkan, hal ini menyebabkan penyakit gusi atau periodontitis, yang ditandai dengan gusi berdarah, nanah, hingga gigi tanggal.

NIDDK memperingatkan bahwa infeksi gusi dapat mempersulit pengendalian diabetes karena respons tubuh akan melepaskan lebih banyak glukosa ke aliran darah.

Baca Juga: Saran Dokter: Jenis Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes, Fokus Pembakar Lemak

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mencegah komplikasi jangka panjang.

(*Red)