Ancaman Kurang Gizi dan Hipertensi
Senada dengan Dr. Vora, dokter asal Surabaya, Sungadi Santoso atau yang akrab disapa dr. Sung, memberikan perspektif dari sisi regulasi dan gizi.
Menurutnya, produk mi instan yang telah terdaftar di BPOM pada dasarnya aman dikonsumsi. Namun, keamanan tersebut berlaku dalam batas wajar, bukan untuk konsumsi mi instan setiap hari.
Baca Juga: 6 Pilihan Kardio Low Impact, Alternatif Jaga Kesehatan Jantung yang Aman bagi Sendi
Masalah utama muncul dari ketidakseimbangan nutrisi. Mi instan didominasi oleh karbohidrat dan lemak, namun sangat minim kandungan gizi penting lainnya.
“Mi instan tinggi karbohidrat dan lemak, tapi minim protein, vitamin, dan mineral. Jika dijadikan menu utama, tubuh bisa mengalami kekurangan gizi,” jelas dr. Sung.
Selain risiko malnutrisi, kandungan garam atau natrium yang tinggi dalam bumbu mi instan juga menjadi perhatian serius. Jika dikonsumsi terus-menerus, hal ini dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gangguan metabolik.
Para ahli menyimpulkan bahwa mi instan masih aman jika hanya dinikmati sesekali sebagai selingan. Namun, menjadikannya makanan pokok tanpa diimbangi asupan serat dan protein lain sangat berisiko bagi kesehatan jangka panjang.
(*Red)
















