Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT – Proses Seleksi Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Barat periode 2025–2028 tengah menjadi sorotan tajam.
Salah satu peserta seleksi, Muhammad Haris Zulkarnain, melayangkan kritik keras lantaran menilai tahapan tersebut berjalan tanpa transparansi dan minim keterbukaan informasi publik.
Haris menyoroti adanya kejanggalan yang terjadi sejak pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test (FPT). Tim seleksi menggelar tahapan krusial ini pada 25–26 November 2025 lalu.
Namun, pasca-kegiatan tersebut, panitia sama sekali tidak menyampaikan informasi resmi terkait hasil maupun jadwal penetapan peserta terpilih kepada publik.
Keadaan semakin keruh ketika sebuah dokumen internal mendadak bocor ke publik. Haris mengungkapkan kekecewaannya atas munculnya surat yang seharusnya bersifat prosedural namun beredar tanpa pengumuman resmi.
















