Faktakalbar.id, KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan bahwa masa konsolidasi 10 bulan awal kepemimpinannya telah usai.
Kini, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk berlari kencang memajukan daerah, sembari memberi sinyal kuat akan adanya perombakan pejabat pada awal tahun depan.
Baca Juga: Pascabencana Puting Beliung di Ketapang, BPBD Salurkan Bantuan Sembako dan Bersihkan Lokasi
Hal tersebut disampaikan Alexander saat menggelar acara Kaleidoskop 10 Bulan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan di Pendopo Bupati, Selasa (30/12/2025) malam.
Ia menekankan bahwa Ketapang harus terus bergerak maju dan tidak boleh berjalan mundur.
“Ia menegaskan, Ketapang harus terus bergerak maju dan tidak boleh berjalan mundur,” tulis laporan kegiatan tersebut.
Januari Rombak Kabinet
Sebagai wujud keseriusannya dalam membenahi kinerja birokrasi, Alexander memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para pejabatnya.
Perombakan struktur jabatan eselon II, III, dan IV dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Januari, dengan basis penilaian kompetensi dan kinerja riil.
“Selain itu, ia memastikan akan melakukan perombakan pejabat eselon II, III, dan IV pada Januari mendatang, berbasis kompetensi dan kinerja,” tegasnya.
Soroti Layanan KTP dan Responsif Medsos
Dalam arahannya, Bupati juga menyoroti kualitas pelayanan publik yang masih perlu perbaikan, mencontohkan pengurusan KTP yang tidak boleh lagi berlarut-larut.
Ia mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga Kepala Desa untuk responsif, terutama terhadap keluhan warga yang masuk melalui media sosial.
“Jangan sampai urus KTP berhari-hari dan masyarakat dilempar ke sana-sini… Hampir semua informasi di lapangan saya tahu dari masyarakat. Karena itu kita harus responsif,” ujar Alex memberikan peringatan.
Target PAD dan Hilirisasi
Selain reformasi birokrasi, Alexander menetapkan target ekonomi yang ambisius.
Ia menargetkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kisaran Rp300 miliar menjadi Rp500 miliar pada tahun 2029.
Ia juga mengubah arah kebijakan pembangunan dari perluasan lahan sawit menuju industrialisasi dan hilirisasi produk.
“Alex juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini PAD Ketapang berada di kisaran Rp300 miliar dan ditargetkan naik menjadi Rp500 miliar pada 2029,” jelas visi ekonominya.
(Ra)
















