Terjebak Macet di Jalan Rusak, Warga Sungai Melayu Rayak Terpaksa Gotong Jenazah Secara Estafet

Warga terpaksa menggotong keranda jenazah melewati jalan berlumpur pekat di kawasan Sungai Melayu Rayak, Ketapang, akibat antrean kendaraan yang panjang dan kondisi jalan rusak, Senin (30/12/2025). (Dok. Ist)
Warga terpaksa menggotong keranda jenazah melewati jalan berlumpur pekat di kawasan Sungai Melayu Rayak, Ketapang, akibat antrean kendaraan yang panjang dan kondisi jalan rusak, Senin (30/12/2025). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Pemandangan memprihatinkan terjadi di akses jalan menuju Desa Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, pada Senin (30/12/2025).

Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah memaksa warga untuk menggotong jenazah secara manual di tengah kubangan lumpur.

Baca Juga: Surati 5 Perusahaan Besar, Bupati Alexander Wilyo Minta “Gotong Royong” Perbaiki Jalan Pesaguan-Kendawangan

Peristiwa ini dialami oleh keluarga duka warga SP6 Sungai Melayu Rayak.

Proses pengantaran jenazah yang semestinya menggunakan mobil ambulans hingga ke tujuan akhir terhambat oleh kondisi lalu lintas yang lumpuh.

Jenazah tersebut akhirnya harus dipindahkan dengan cara estafet dari ambulans asal Ketapang menuju ambulans penjemput dari SP6.

“Jenazah warga sp6 sungai Melayu Rayak ini digotong secara estafet ke ambulance dari Ketapang ke ambulan sp6,” tulis keterangan peristiwa tersebut.

Antrean Panjang Kendaraan

Langkah darurat ini terpaksa diambil karena antrean kendaraan yang sangat panjang di lokasi kejadian, sehingga ambulans tidak memungkinkan untuk melintas.

Kondisi jalan yang berupa tanah merah menjadi sangat berlumpur dan licin, diperparah dengan adanya aktivitas alat berat dan kendaraan besar yang terjebak di jalur tersebut.

Baca Juga: Terjebak Macet di Jalan Pelang Ketapang, Warga Terpaksa Gotong Jenazah Lewati Lumpur

“Dikarenakan antrian yg sangat panjang,” jelas keterangan terkait penyebab kejadian.

Berdasarkan dokumentasi visual di lapangan, terlihat sejumlah warga berjalan kaki memanggul keranda jenazah melewati jalur tanah berlumpur pekat, tepat di samping jembatan kayu darurat dan alat berat ekskavator yang sedang beroperasi.

(Ra)