Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala BNPB, Suharyanto, mengingatkan dampak masif yang ditimbulkan oleh Siklon Tropis Senyar di Sumatra beberapa waktu lalu harus menjadi pelajaran serius.
Baca Juga: Kepala BNPB Suharyanto Minta BPBD Punya Wewenang Penuh Antisipasi Bencana Nataru
Berdasarkan data BNPB, fenomena siklon tersebut menyebabkan lonjakan korban jiwa hingga lebih dari 1.100 orang dan kerugian materiil mencapai puluhan triliun rupiah.
“Ini sudah turun, tapi ketika 25-26 November 2025 terjadi Siklon Senyar, di tiga provinsi di Sumatra, tentunya grafik ini naik lagi. Karena bertambah 1.100 korban jiwa dan menelan biaya kerusakan puluhan triliun,” ungkap Suharyanto, Senin (29/12).
Perkuat Peringatan Dini
Untuk mencegah terulangnya jatuhnya banyak korban, Suharyanto menginstruksikan penguatan sistem peringatan dini yang mudah dipahami warga, seperti rambu dan peta risiko bencana.
Ia mencontohkan langkah mitigasi sederhana namun krusial, yakni evakuasi mandiri jika hujan deras terjadi lebih dari tiga jam.
















