3. Siput Laut Tanjung Verde (Cone Snail)
Di ekosistem laut, IUCN menetapkan status punah bagi Cone Snail (Conus lugubris). Moluska laut yang berasal dari perairan Kepulauan Tanjung Verde ini menghilang akibat degradasi habitat pesisir dan pencemaran laut.
Pembangunan infrastruktur pariwisata dan polusi air di habitat dangkal berbatu tempat spesies ini mencari makan telah menghancurkan populasi mereka. Spesimen hidup terakhir tercatat pada akhir 1980-an.
4. Flora Langka: Pohon Eboni dan Tanaman Hawaii
Daftar kepunahan tahun ini juga mencakup flora. Spesies pohon eboni Diospyros angulata dari Mauritius resmi menyandang status punah setelah absen dari catatan botani selama lebih dari satu abad. Eksploitasi kayu berlebihan di masa kolonial menjadi penyebab utamanya.
Sementara itu, dunia botani juga kehilangan Delissea sinuata, tanaman endemik pegunungan Waianae di Hawaii. Invasi hewan pendatang seperti babi hutan dan kambing liar mendesak spesies ini hingga ke titik nol.
Survei intensif dalam beberapa tahun terakhir gagal menemukan satu pun individu yang tersisa.
Baca Juga: Anak Sulit Makan? Kenali Apa Itu Picky Eating dan Dampaknya bagi Pertumbuhan
Masuknya spesies-spesies tersebut ke dalam kategori Punah menjadi peringatan serius bagi upaya konservasi global.
Para ahli memperingatkan bahwa tanpa intervensi drastis, ribuan spesies lain yang kini berstatus terancam punah berisiko menyusul nasib mereka dalam waktu dekat.
(*Sari)










