Gegerkan Warga, Penemuan Jenazah Pria Mengapung di Sungai Sekayam Sanggau

Proses evakuasi jenazah pria yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Sekayam, Kabupaten Sanggau, oleh personel Polsek Sekayam bersama warga setempat, Sabtu (27/12/2025).
Proses evakuasi jenazah pria yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Sekayam, Kabupaten Sanggau, oleh personel Polsek Sekayam bersama warga setempat, Sabtu (27/12/2025). (Dok. Hms Res Sgu)

“Saya sempat menerima informasi dari anak-anak yang bermain di sekitar sungai mengenai ditemukannya handuk dan sabun yang dikenali sebagai milik korban,” ungkap Asran.

Kabar duka baru dipastikan keluarga pada Sabtu pagi setelah adanya informasi penemuan jenazah di Sungai Sekayam oleh warga.

Diduga Akibat Penyakit

Berdasarkan hasil analisa sementara dan pemeriksaan fisik luar oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kapolsek Sekayam menjelaskan latar belakang kesehatan korban yang diduga menjadi pemicu insiden ini.

“Hasil analisa sementara menyebutkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke ringan dan dalam kesehariannya sering mandi di Sungai Sekayam. Kepolisian telah melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari pengecekan TKP, evakuasi jenazah, hingga koordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga medis,” jelas AKP Sutikno.

Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jenazah YT rencananya langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Desa Balai Karangan.

Baca Juga: Polsek Mempawah Timur Konfirmasi Penemuan Mayat Pria di Senggiring, Identitas Masih Didalami

Menutup keterangannya, Kapolsek Sekayam memberikan imbauan kepada warga yang beraktivitas di perairan.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian serupa di lingkungan sekitar. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan diri,” pungkas Sutikno.