Tips Investasi Emas untuk Pemula

Investasi emas kini bisa dimulai dari gramasi kecil sesuai kemampuan finansial, menjadikannya tabungan masa depan yang aman. (Dok: FORTUNE Indonesia)
Investasi emas kini bisa dimulai dari gramasi kecil sesuai kemampuan finansial, menjadikannya tabungan masa depan yang aman. (Dok: FORTUNE Indonesia)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Emas tetap menjadi primadona investasi bagi masyarakat Indonesia. Logam mulia ini memiliki nilai yang stabil dan cenderung naik setiap tahun, sehingga cocok sebagai tabungan jangka panjang.

Banyak orang ragu memulai investasi emas karena beranggapan butuh modal besar. Padahal, saat ini masyarakat bisa memiliki emas dengan modal sangat terjangkau. Berikut tips cerdas berinvestasi emas bagi pemula agar tidak salah langkah.

Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum membeli, investor harus menetapkan tujuan yang jelas. Apakah emas tersebut untuk dana pendidikan anak, biaya naik haji, atau dana darurat?

Baca Juga: Update Harga Emas Antam 27 Desember 2025: Cek Rincian Harga Batangan per Gram Hari Ini

Emas adalah instrumen investasi jangka panjang (di atas 5 tahun). Jika Anda mengharapkan keuntungan instan dalam hitungan minggu, emas bukan pilihan yang tepat karena adanya selisih harga jual dan beli (spread). Menetapkan tujuan akan membantu Anda konsisten menabung dan tidak tergiur menjualnya terlalu cepat.

Mulai dari Gramasi Kecil

Jangan menunggu uang terkumpul jutaan rupiah baru membeli emas. Saat ini, banyak produsen logam mulia menyediakan emas batangan dengan ukuran mikro, mulai dari 0,025 gram, 0,1 gram, hingga 0,5 gram.

Membeli emas gramasi kecil secara rutin jauh lebih efektif daripada menunggu uang banyak yang sering kali terpakai untuk kebutuhan lain. Jika sudah terkumpul banyak, Anda bisa menukarnya dengan ukuran gramasi yang lebih besar di toko emas atau butik resmi.

Manfaatkan Tabungan Emas Digital

Teknologi memudahkan segalanya. Kini, masyarakat bisa membeli emas secara digital melalui aplikasi Pegadaian atau marketplace terpercaya.

Sistem ini memungkinkan investor membeli emas mulai dari Rp10.000 saja. Fisik emas tersimpan aman di lembaga penyedia, dan Anda bisa mencetaknya menjadi emas batangan fisik saat saldo mencukupi berat minimal pencetakan. Pastikan aplikasi tersebut terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar dana Anda aman.

Pantau Harga Berkala

Meskipun untuk jangka panjang, memantau pergerakan harga emas dunia tetap penting. Waktu terbaik membeli emas adalah saat harga sedang terkoreksi atau turun. Sebaliknya, saat harga sedang melambung tinggi, Anda bisa menahan diri atau melakukan penjualan (taking profit) jika memang membutuhkan dana tunai.

Baca Juga: 5 Bulan Buron, Pemodal Tambang Emas Ilegal di Gorontalo Akhirnya Diringkus Polisi di Manado

Simpan di Tempat Aman

Risiko terbesar investasi emas fisik adalah kehilangan. Jika jumlah emas masih sedikit, brankas kecil di rumah mungkin cukup. Namun, jika jumlahnya sudah besar, pertimbangkan untuk menyewa Safe Deposit Box (SDB) di bank atau memanfaatkan jasa penitipan di Pegadaian demi keamanan maksimal.

(*Sari)