Sejarah Tragedi Mandor: Pembantaian Jepang di Kalimantan Barat

Tragedi Mandor Berdarah masa Penjajahan Jepang di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)
Tragedi Mandor Berdarah masa Penjajahan Jepang di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kalimantan Barat menyimpan catatan sejarah kelam pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Peristiwa memilukan yang dikenal sebagai Tragedi Mandor ini telah merenggut nyawa ribuan orang, sekaligus memusnahkan satu generasi intelektual terbaik daerah.

Hingga kini, peristiwa tersebut menjadi luka sejarah yang mendalam. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bahkan menetapkan tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah untuk mengenang para korban. Berikut adalah fakta sejarah di balik pembantaian massal tersebut.

Baca Juga: Tim Gabungan Bekuk Dua Pelaku Curat di Kuala Mandor B, Terancam 9 Tahun Penjara

Alasan Jepang Melakukan Pembantaian

Peristiwa berdarah ini terjadi dalam rentang tahun 1943 hingga 1944. Pihak militer Jepang mencurigai pergerakan bawah tanah yang melibatkan kaum cerdik pandai, tokoh masyarakat, dan para penguasa kerajaan di Kalimantan Barat.

Jepang menuduh para tokoh tersebut bersekongkol menyusun rencana pemberontakan. Atas dasar kecurigaan inilah, tentara Jepang menangkap ribuan warga sipil secara bertahap namun sistematis. Mereka mengangkut para tahanan menggunakan truk ke daerah Mandor (kini masuk wilayah Kabupaten Landak) untuk menjalani eksekusi mati.