Perbedaan Biologis pada Otak
Sains modern membuktikan bahwa perbedaan ini bukan sekadar preferensi, tetapi terletak pada struktur kimia otak. Dr. Marti Olsen Laney, peneliti sekaligus penulis buku The Introvert Advantage, memaparkan bukti neurosains mengenai perbedaan respons otak terhadap zat kimia.
Dr. Laney merinci perbedaan biologis tersebut sebagai berikut:
Baca Juga: 5 Cara Ekstrovert Mengisi Ulang Energi
-
Respon Dopamin pada Ekstrovert
Otak orang ekstrovert memiliki sistem saraf yang membutuhkan asupan dopamin (hormon kepuasan) yang tinggi. Dr. Laney menjelaskan bahwa mereka memerlukan stimulasi eksternal yang kuat seperti percakapan seru, musik keras, atau tantangan baru untuk memicu rasa puas dan aktif di otak mereka.
-
Dominasi Asetilkolin pada Introvert
Sebaliknya, otak introvert jauh lebih sensitif terhadap dopamin. Stimulasi yang berlebihan justru membuat mereka merasa overstimulated atau kelelahan. Dr. Laney menyebutkan bahwa otak introvert lebih dominan menggunakan jalur saraf asetilkolin, zat kimia yang memicu rasa tenang dan fokus saat suasana hening atau saat berpikir mendalam.
(*Sari)
















