“Teknologi Soft Kill bekerja dengan memutus sinyal kendali drone (jamming) hingga jarak beberapa kilometer, sementara Hard Kill menggunakan proyektil senjata api untuk menghancurkan fisik drone yang tetap membandel,” jelas rilis teknis produk tersebut.
Amankan IKN
Peluncuran alutsista canggih ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat pertahanan objek vital nasional, termasuk pengamanan Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga membuktikan kapasitas insinyur Indonesia dalam menciptakan teknologi militer yang disegani dunia.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor senjata asing sekaligus meningkatkan efek gentar (deterrence effect) militer Indonesia di kawasan.
(Ra)
















