Dunia Belum Punya! Pindad dan PAL Rilis Senjata Anti-Drone Pertama dengan Fitur Ganda “Kill”

Prajurit TNI menguji coba senjata perontok drone (anti-drone) terbaru hasil kolaborasi PT Pindad dan PT PAL yang dilengkapi teknologi Soft Kill dan Hard Kill. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Prajurit TNI menguji coba senjata perontok drone (anti-drone) terbaru hasil kolaborasi PT Pindad dan PT PAL yang dilengkapi teknologi Soft Kill dan Hard Kill. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Industri pertahanan Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global.

Dua raksasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pertahanan, PT Pindad dan PT PAL, sukses meluncurkan inovasi senjata perontok drone (anti-drone) yang diklaim sebagai satu-satunya di dunia dengan spesifikasi unik.

Baca Juga: Modernisasi Alutsista, Ini Deretan Senapan Serbu Andalan TNI Masa Depan

Di bawah naungan holding pertahanan Defend ID, kolaborasi ini menghasilkan senjata yang mengintegrasikan dua metode pelumpuhan sekaligus, yakni sistem “Soft Kill” dan “Hard Kill”, dalam satu platform bergerak (mobile).

Teknologi hibrida inilah yang menjadi keunggulan utama dan belum pernah diterapkan sebelumnya dalam satu paket kendaraan taktis oleh negara lain.

“Keunggulan utama senjata ini terletak pada integrasi sistem ‘Soft Kill’ dan ‘Hard Kill’ dalam satu platform bergerak (mobile)… Kombinasi kemampuan melumpuhkan sistem elektronik sekaligus menghancurkan fisik drone secara instan inilah yang diklaim belum pernah ada sebelumnya di dunia,” ungkap laporan terkait inovasi tersebut.

Cara Kerja Canggih

Secara teknis, fitur Soft Kill bekerja dengan memutus sinyal kendali drone musuh (jamming) hingga jarak beberapa kilometer, membuat drone kehilangan arah atau jatuh.

Baca Juga: Gebrakan Militer! PT PAL Rilis Senjata Laser Portabel Pertama di Dunia, Jarak Tembak 500 Meter

Namun, jika drone musuh masih membandel, fitur Hard Kill akan mengambil alih dengan menembakkan proyektil senjata api untuk menghancurkan fisik drone secara instan.