“Ada penambahan jumlah korban jiwa sebanyak enam jiwa sehingga total yang kemarin 1.129 jiwa menjadi 1.135 jiwa,” jelas Abdul Muhari saat memberikan keterangan pers secara virtual, Kamis siang.
Angka kematian yang sangat tinggi ini menggambarkan skala kerusakan yang masif di lapangan.
Sebagaimana terlihat di lokasi bencana, area pemukiman warga luluh lantak tertimbun lumpur dan material kayu besar yang terbawa arus, memaksa warga yang selamat harus bertahan di tengah puing-puing kehancuran.
(ra)
















