-
Bukan Ekstrovert yang Juara
Data Grant menunjukkan bahwa ekstrovert memang pandai bergaul, tetapi sering kali kurang mendengarkan pelanggan. Sebaliknya, introvert terlalu pasif.
-
Kemenangan Ambivert
Kelompok ambivert justru mencatatkan pendapatan penjualan 24% lebih tinggi dibandingkan introvert maupun ekstrovert. Grant menyimpulkan bahwa ini terjadi karena ambivert memiliki kemampuan switching (beralih): mereka bisa agresif saat mempresentasikan produk, namun segera berubah menjadi pendengar yang sabar saat klien mengeluh.
Ciri-Ciri Utama Seorang Ambivert
Psikolog klinis mengidentifikasi beberapa tanda khas yang membedakan ambivert dari dua kutub lainnya. Berikut adalah ciri-cirinya:
-
Bisa Menjadi Pendengar dan Pembicara Sekaligus
Seorang ambivert tidak mendominasi percakapan seperti ekstrovert ekstrem, tetapi juga tidak hanya diam menyimak seperti introvert. Mereka tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam secara intuitif.
-
Nyaman di Dua Dunia
Mereka bisa menikmati konser musik yang bising, namun keesokan harinya mereka bisa sangat bahagia hanya dengan membaca buku di kamar tanpa merasa kesepian.
-
Emosi yang Lebih Stabil
Karena berada di tengah spektrum, ambivert cenderung tidak terlalu impulsif (bertindak tanpa pikir) seperti ekstrovert, namun juga tidak terlalu overthinking (terlalu banyak pikir) seperti introvert. Hal ini membuat mereka sering dianggap sebagai penengah konflik yang baik.
Baca Juga: Mitos Introvert dan Ekstrovert yang Sering Salah Kaprah
Menjadi ambivert adalah sebuah keistimewaan. Kemampuan untuk beradaptasi seperti “bunglon sosial” adalah kekuatan terbesar yang bisa warga manfaatkan untuk sukses di berbagai bidang.
(*Sari)
















