Faktakalbar.id, AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera Barat.
Fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang ditargetkan rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai kembali pada awal Januari 2026.
Baca Juga: Siapkan 117 Unit di Tiga Titik, Pembangunan Huntara untuk Korban Longsor Agam Terus Digenjot
Langkah “kejar tayang” ini diambil mengingat ruang kelas di SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembaian, saat ini masih digunakan sebagai pos pengungsian.
Pemerintah menargetkan para pengungsi sudah dapat menempati Huntara sebelum tanggal 5 Januari 2026 agar sekolah dapat difungsikan kembali.
“Pembangunan huntara di lokasi ini (Lapangan SDN 05 Kayu Pasak) menjadi fokus utama dikarenakan ruang kelas sekolah tersebut digunakan untuk pengungsi. Harapannya tanggal 5 nanti sudah bisa diserahterimakan,” ujar Unsur Pengarah BNPB, Ary Laksmana.
Libatkan 100 Personel TNI
Secara teknis, total Huntara yang akan dibangun di Kabupaten Agam mencapai 584 unit.
Khusus di lokasi SDN 05 Kayu Pasak, akan dibangun 117 unit pada tahap pertama dengan dukungan 100 personel tim gabungan TNI.
Bupati Agam, Benni Warlis, saat meninjau lokasi pada Selasa (23/12), menegaskan bahwa setiap Kepala Keluarga (KK) akan mendapatkan satu unit hunian agar lebih layak dan privat.
Baca Juga: Peringati Hari Juang TNI AD ke-80, Pangdam XII/Tanjungpura Gelar Doa Bersama Lintas Agama
















