Faktakalbar,id, LIFESTYLE – Lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas masih sering memberikan stigma dan diskriminasi terhadap anak dengan HIV.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) melalui laman resminya menegaskan urgensi untuk menghapus perlakuan buruk tersebut dengan prinsip jauhi virusnya, bukan orangnya.
Stigma negatif membuat lingkungan sering menjauhi dan memperlakukan anak dengan HIV secara berbeda.
Baca Juga: Kenali Tanda Pola Asuh Penentu Kesuksesan Anak
Padahal, penularan HIV tidak terjadi melalui aktivitas sosial sehari-hari. Anak-anak tetap aman bermain bersama, berjabat tangan, atau berbagi makanan tanpa menularkan virus.
















