Identitas Pria Tewas Tergantung di Mempawah Terungkap

Ilustrasi - Korban berinisial AS (38) yang ditemukan tewas di Mempawah dipastikan murni bunuh diri karena depresi dan tidak ditemukan tanda kekerasan.
Ilustrasi - KPAI menyatakan kasus bunuh diri anak di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. (Dok. Ist)

Ciri Fisik dan Rekam Jejak Korban

Dari hasil pemeriksaan fisik di lapangan, polisi menemukan sejumlah ciri khusus pada tubuh korban.

Terdapat tato penuh di lengan kanan, satu tato di dada sebelah kiri, serta dua buah tato di bagian punggung belakang.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kabel jenis TC yang korban gunakan untuk mengakhiri hidupnya.

Fakta lain terungkap dari catatan kepolisian. AS alias Botak ternyata sempat berurusan dengan pihak berwajib beberapa hari sebelum kematiannya.

Ia tercatat pernah diamankan di Polsek Mempawah Hilir pada Kamis (18/12/2025). Saat dimintai keterangan waktu itu, korban mengaku baru saja melarikan diri ke Mempawah setelah sempat bekerja di lokasi tambang di daerah Capkala, Kabupaten Bengkayang.

Murni Gantung Diri

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Rubini Mempawah untuk pemeriksaan medis.

Tim dokter yang dipimpin oleh dr. Sugeng memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik, baik akibat benda tajam maupun tumpul pada tubuh korban.

Dokter menyatakan bahwa tanda yang ditemukan hanya berupa lebam bekas lilitan kabel di leher serta ciri medis khas lainnya yang menguatkan indikasi murni gantung diri.

Pihak kepolisian menyimpulkan sementara bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya karena dugaan depresi.

Baca Juga: Diduga Depresi, Pria Asal Sintang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Mempawah Timur

Saat ini, kepolisian telah berkomunikasi dengan keluarga korban, yakni kakak iparnya. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak tindakan autopsi.

Jenazah AS kini sedang dalam persiapan untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

(*Sari)