“Officials have warned that the US currently lags behind China in both shipbuilding capacity and total output,” tulis laporan tersebut.
Target operasional untuk kapal-kapal pertama ini ditetapkan cukup cepat, yakni dalam dua setengah tahun ke depan.
Sekretaris Angkatan Laut, John Phelan, dalam wawancaranya menyebutkan bahwa Trump secara spesifik meminta kapal jenis battleship yang “besar dan indah” sebagai bagian dari armada tersebut.
Selain battleship raksasa, ekspansi Angkatan Laut AS juga mencakup penambahan kapal tempur permukaan yang lebih kecil (small surface combatants) untuk menutup celah kekurangan armada saat ini.
(ra)
















